Gempa Bumi 6,8 SR Guncang Maluku Utara, Warga Berlarian Keluar Rumah

Ternate, 29 Mei 2024 — Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang wilayah Maluku Utara pada pagi hari ini, menyebabkan kepanikan di kalangan warga yang berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 06:45 WIT dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 150 km barat daya Ternate, dan pada kedalaman 20 km.

Guncangan gempa dirasakan di beberapa kota besar di Maluku Utara, termasuk Ternate, Tidore, dan Sofifi. Banyak warga yang berlarian keluar dari rumah dan gedung-gedung perkantoran saat merasakan getaran kuat tersebut. “Saya sangat panik dan langsung membawa anak-anak keluar rumah. Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan,” ujar Maria, seorang warga Ternate.

Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Meskipun kekuatannya signifikan, berdasarkan data pemantauan kami, gempa ini tidak memicu tsunami. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara segera menurunkan tim untuk memeriksa situasi di lapangan dan memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan. “Tim kami sedang berkeliling untuk mengevaluasi kondisi di lapangan dan memberikan bantuan jika diperlukan,” ujar Kepala BPBD Maluku Utara, Alwi Mansur.

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. “Kami memahami kepanikan yang dirasakan warga, namun kami meminta semua untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas. Pemerintah daerah dan BPBD akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini,” ujar Gubernur Abdul Gani.

Pemerintah daerah juga telah membuka posko darurat di beberapa titik untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan dan tempat tinggal sementara. Selain itu, tim medis disiagakan untuk menangani warga yang mungkin mengalami cedera akibat gempa.

Sejumlah sekolah dan perkantoran di wilayah terdampak memutuskan untuk meliburkan aktivitas sementara waktu untuk memastikan keamanan bangunan. “Kami memutuskan untuk meliburkan siswa hari ini agar bisa memeriksa kondisi bangunan sekolah dan memastikan semuanya aman,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Syamsudin Ahmad.

Gempa ini juga mempengaruhi sektor transportasi di Maluku Utara. Beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Babullah Ternate sempat tertunda untuk memastikan tidak ada kerusakan pada landasan pacu dan fasilitas bandara.

Ahli geologi mengingatkan bahwa wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara, merupakan daerah yang rawan gempa karena berada di Cincin Api Pasifik. “Kita harus selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan gempa bumi, mengingat Indonesia terletak di area dengan aktivitas tektonik yang tinggi,” kata Dr. Andi Supriyanto, pakar geologi dari Universitas Indonesia.

Warga diimbau untuk terus memantau informasi dari sumber resmi dan tetap tenang dalam menghadapi situasi ini. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berjanji akan terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat Maluku Utara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *